Woensdag 08 Mei 2013

berwirausaha dengan gaya kepemimpina Steave Jobs


Gaya Kepemimpinan Steve Jobs berdasarkan pemahaman teori  Empat Lensa, Teori Manusia dan 2.O

            Seperti yang kita kenal Steven Jobs merupakan tokoh pemimpin hebat dia adalah pendiri Apple Computer yang kemudian sekarang  berkembang menjadi Apple Inc. Nama lengkapnya adalah Steven Paul Jobs . Dia bekerja bersama dengan Steve Wozniak untuk mendirikan perusahaan itu. Jobs lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat pada 24 Februari 1955. Steve Job disebut sebagai salah satu pemimpin yang hebat dengan gaya kepimpinan nya :
            Sebagian orang berkata bahwa Steve Jobs sosok yang Karismatik penampilan yang menarik dan merek yang terkenal telah memberikan keuntungan bagi Apple. dan Persuasif Banyak yang menganggap dia sebagai pemimpin yang gampang berubah pikiran dan beremosi tinggi
            Namun apabila dilihat dari gaya kepemimpinan Steave Jobs ,sebenarnya dia memiliki kemampuan berfikir Psikologis yang baik dimana dia mampu melihat keadaan lingkungan bisnis dan perusahaan sesuai dengan teori empat lensa dimana dia menguasai dan memahami pandangan unit bisnis yang mempatikannya  sebagai pemimpin :
è Teori Empat Lensa
            Apabila dilihat dari gaya kepemimpinan Steve Jobs menjelaskan bahwa Steve Jobs  mampu berfikir sistem sesuai dengan teori 4 lensa yang pertama khususnya dalam hal “Produktivitas individu serta manajamen waktu” itu membuktikan dia dapat memberdayakan setiap menit waktu produktif menjadi tujuan utama nya khususnya dalam mensejahterakan organisasi /perusahaan baik yang mengatur manajemen waktu maupun segala potensi yang dimiliki perusahaan.
            Dimana dia mampu mengelola sistem yang ada di perusahaannya dengan kecerdasan emosional yang dia miliki, Steve Jobs mampu menggabungkan mata, hati serta pikirannya dalam mengatur segala hal yang dapat meningkatkan perkembangan bagi perusahaannya, maka sebenarnya Steve Jobs memiliki kecerdasan dan pengetahuan emosional yang cukup
            Sebenarnya filosofi lahirnya teori emapt lensa ini salah satunya adalah adanya suatu sistem dimana sistem tersebut terdiri dari komponen – komponen individu (People) yang berbeda yang satu sama lain memiliki tujuan bersama tentunya di dukung dengan pengenalan karakteristik setiap individu yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin  perusahaan maka dari itu adanya keterkaitan antara pemimpin dan karyawan itu sangatlah penting yang juga dapat kita lihat di gaya kepemimpinan Steve Jobs itu berarti dia berusaha untuk menguatkan jaringan yang ada di perusahaan untuk bekerja sama agar tercapai tujuan bersama, dengan adanya jaringan yang sinergis maka sitem tersebut dapa membentuk perilaku setiap koponen dalam sistem demi tercapainya tujuan perusahaan, selain itu terbukti Melalui visi perusahannya yang tajam dan citarasa yang kuat akan produk- produk teknologi berestetika, Steve telah menjelmakan dirinya sebagai jangkar yang amat menentukan ke arah mana bahtera Apple hendak dilayarkan serta bagaimana dia memanajemen karyawannya agar dapat mencapai tujuan perusahaan.
            Steve Jobs telah melakukan proses comeback yang spektakuler. Steve Jobs sendiri sejatinya merupakan figur yang unik. Brilian, memiliki kepekaan seni yang mumpuni (ia pernah belajar kaligrafi), namun sekaligus memiliki sense of strong leadership. Pada sisi lain, Steve adalah pribadi yang selalu memburu titik kesempurnaan – baik pada aspek desain ataupun dalam proses manufakturing beragam lini produknya. Begitu ia yakin dengan visi desain produknya, maka ia akan bekerja mati-matian bersama para engineernya untuk memastikan agar desain itu benarbenar dapat diproduksi dengan penuh kesempurnaan. Kisah penciptaan iPod dan iPhone barangkali tak akan pernah terjadi tanpa sikap perfeksionis dan sekaligus proses kepemimpinan yang kuat dari Steve Jobs ini membuktikan bahwa gaya kepemimpinanya sangat terfokus pada knowladge (pengetahuan ) yang tinggi sesuai deng teori empat lensa membuktikan bahwa gaya kepemimpina Steve Jobs yang perfectionist membutuhkan pengetahuan dan standar yang tinggi dalam proses memanajemen karyawannya. 
è Teori Lensa Manusia
            gaya kepemimpinan Steve Jobs mengenai produktivitas individu yang dikatakan sebenarnya setiap individu di dalam organisasi selalu ingin berusah yang terbaik ini sinergi dengan tori lensa manusia dimna ini membuktikan bahwa Steve Jobs memiliki rasa percaya yang cukup tinggi atas kemampuan para karyawannya.
            Disana Dikatakan bukan berarti orang yang kehidupan dan manajemen waktu nya berantakan merupakan orang yang menyedihkan namun dia mampu berfikir jika setiap individu itu unik karena sebenarnya mereka memiliki potensi yang luar biasa khususnya dalam pengembangan perusahaan.
Adapun penentu keberhasilan Apple adalah ini :
            Sinergi yang sempurna antara beragam tim – baik tim desain, tim software, dan tim hardware. Semua melakukan kolaborasi secara paralel dan simultan. Proses penciptaan produk di Apple tidak dilakukan secara setahap demi setahap, dimana setelah desain selesai lalu diserahkan ke bagian software, lalu diteruskan lagi ke bagian hardware. Sebaliknya, dalam prosesnya semua aspek ini dikerjakan bersama-sama secara simultan Keterkaitan pemimpin dan karyawan atau hubungan intrepersonal yang di kembangkan oleh steve Jobs memang cukup baik,dengan pendekatan tersebut dia dapat mengukur kepuasan kerja para karyawan di perusahaannya.
            Steve Jobs mengatakan bahwa motivasi bagi karyawan itu perlu, namun ,motivasi dalam diri karyawan sendiri lah yang sebenarnya perlu kita pupuk , karna sebenarnya motivasi dirilah yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja manusia tentunya hal tersebut sangat sinergi dengan adanya teori lensa manusia khususnya dalam pemahaman hubungan interpersonal antara dia dengan karyawan - karyawannya .
è 2.O Theory
            Sebenarya Stave Jobs merupakan salah satu pemimpin yang Persuasif Banyak yang menganggap dia sebagai pemimpin yang gampang berubah pikiran dan beremosi tinggi. Namun pada dasarnya dia sangat menjauhi gaya kepemimpinan yang berpandangan negatif pada karyawannya  atau memarahi karyawannya di depan umum itu sangat di hindari bagi dia pengembangan kompetensi dan keahlian karyawannya yang menjadi elemen yang sangat penting dalam pengembangan produk perusahaannya, maka dari itu pemahaman teori manajemen 2.O ini cukup dipahami oleh Steave Job sebab baginya motivasi dan kepuasan kerja karyawan itu dapat tumbuh melalui hilangnya tekanan dan ketakutan yang ada dalam diri karyawan dan menumbuhkan kepercayaan atas kemampuan yang dimiliki karyawan. Sehingga karyawan pun akan melakukan yang terbaik pula bagi perusahaan.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking