Gaya Kepemimpinan Steve Jobs
berdasarkan pemahaman teori Empat Lensa, Teori Manusia dan 2.O
Seperti yang kita kenal Steven Jobs
merupakan tokoh pemimpin hebat dia adalah pendiri Apple Computer yang kemudian
sekarang berkembang menjadi Apple Inc.
Nama lengkapnya adalah Steven Paul Jobs . Dia bekerja bersama dengan Steve
Wozniak untuk mendirikan perusahaan itu. Jobs lahir di San Francisco,
California, Amerika Serikat pada 24 Februari 1955. Steve Job disebut sebagai
salah satu pemimpin yang hebat dengan gaya kepimpinan nya :
Sebagian orang berkata bahwa Steve
Jobs sosok yang Karismatik penampilan yang menarik dan merek yang terkenal
telah memberikan keuntungan bagi Apple. dan Persuasif Banyak yang menganggap
dia sebagai pemimpin yang gampang berubah pikiran dan beremosi tinggi
Namun apabila dilihat dari gaya
kepemimpinan Steave Jobs ,sebenarnya dia memiliki kemampuan berfikir Psikologis
yang baik dimana dia mampu melihat keadaan lingkungan bisnis dan perusahaan
sesuai dengan teori empat lensa dimana dia menguasai dan memahami pandangan
unit bisnis yang mempatikannya sebagai
pemimpin :
è Teori Empat Lensa
Apabila dilihat dari gaya
kepemimpinan Steve Jobs menjelaskan bahwa Steve Jobs mampu berfikir sistem sesuai dengan teori 4
lensa yang pertama khususnya dalam hal “Produktivitas individu serta manajamen
waktu” itu membuktikan dia dapat memberdayakan setiap menit waktu produktif
menjadi tujuan utama nya khususnya dalam mensejahterakan organisasi /perusahaan
baik yang mengatur manajemen waktu maupun segala potensi yang dimiliki
perusahaan.
Dimana dia mampu mengelola sistem
yang ada di perusahaannya dengan kecerdasan emosional yang dia miliki, Steve
Jobs mampu menggabungkan mata, hati serta pikirannya dalam mengatur segala hal
yang dapat meningkatkan perkembangan bagi perusahaannya, maka sebenarnya Steve
Jobs memiliki kecerdasan dan pengetahuan emosional yang cukup
Sebenarnya filosofi lahirnya teori
emapt lensa ini salah satunya adalah adanya suatu sistem dimana sistem tersebut
terdiri dari komponen – komponen individu (People) yang berbeda yang satu sama
lain memiliki tujuan bersama tentunya di dukung dengan pengenalan karakteristik
setiap individu yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin perusahaan maka dari itu adanya keterkaitan
antara pemimpin dan karyawan itu sangatlah penting yang juga dapat kita lihat
di gaya kepemimpinan Steve Jobs itu berarti dia berusaha untuk menguatkan
jaringan yang ada di perusahaan untuk bekerja sama agar tercapai tujuan
bersama, dengan adanya jaringan yang sinergis maka sitem tersebut dapa
membentuk perilaku setiap koponen dalam sistem demi tercapainya tujuan
perusahaan, selain itu terbukti Melalui visi perusahannya yang tajam dan
citarasa yang kuat akan produk- produk teknologi berestetika, Steve telah
menjelmakan dirinya sebagai jangkar yang amat menentukan ke arah mana bahtera
Apple hendak dilayarkan serta bagaimana dia memanajemen karyawannya agar dapat
mencapai tujuan perusahaan.
Steve Jobs telah melakukan proses
comeback yang spektakuler. Steve Jobs sendiri sejatinya merupakan figur yang
unik. Brilian, memiliki kepekaan seni yang mumpuni (ia pernah belajar
kaligrafi), namun sekaligus memiliki sense of strong leadership. Pada sisi
lain, Steve adalah pribadi yang selalu memburu titik kesempurnaan – baik pada
aspek desain ataupun dalam proses manufakturing beragam lini produknya. Begitu
ia yakin dengan visi desain produknya, maka ia akan bekerja mati-matian bersama
para engineernya untuk memastikan agar desain itu benarbenar dapat diproduksi
dengan penuh kesempurnaan. Kisah penciptaan iPod dan iPhone barangkali tak akan
pernah terjadi tanpa sikap perfeksionis dan sekaligus proses kepemimpinan yang
kuat dari Steve Jobs ini membuktikan bahwa gaya kepemimpinanya sangat terfokus
pada knowladge (pengetahuan ) yang tinggi sesuai deng teori empat lensa
membuktikan bahwa gaya kepemimpina Steve Jobs yang perfectionist membutuhkan
pengetahuan dan standar yang tinggi dalam proses memanajemen karyawannya.
è Teori Lensa Manusia
gaya kepemimpinan Steve Jobs mengenai
produktivitas individu yang dikatakan sebenarnya setiap individu di dalam
organisasi selalu ingin berusah yang terbaik ini sinergi dengan tori lensa
manusia dimna ini membuktikan bahwa Steve Jobs memiliki rasa percaya yang cukup
tinggi atas kemampuan para karyawannya.
Disana Dikatakan bukan berarti orang
yang kehidupan dan manajemen waktu nya berantakan merupakan orang yang
menyedihkan namun dia mampu berfikir jika setiap individu itu unik karena
sebenarnya mereka memiliki potensi yang luar biasa khususnya dalam pengembangan
perusahaan.
Adapun
penentu keberhasilan Apple adalah ini :
Sinergi yang sempurna antara beragam
tim – baik tim desain, tim software, dan tim hardware. Semua melakukan
kolaborasi secara paralel dan simultan. Proses penciptaan produk di Apple tidak
dilakukan secara setahap demi setahap, dimana setelah desain selesai lalu
diserahkan ke bagian software, lalu diteruskan lagi ke bagian hardware.
Sebaliknya, dalam prosesnya semua aspek ini dikerjakan bersama-sama secara
simultan Keterkaitan pemimpin dan karyawan atau hubungan intrepersonal yang di
kembangkan oleh steve Jobs memang cukup baik,dengan pendekatan tersebut dia
dapat mengukur kepuasan kerja para karyawan di perusahaannya.
Steve Jobs mengatakan bahwa motivasi
bagi karyawan itu perlu, namun ,motivasi dalam diri karyawan sendiri lah yang
sebenarnya perlu kita pupuk , karna sebenarnya motivasi dirilah yang dapat
mempengaruhi produktivitas kerja manusia tentunya hal tersebut sangat sinergi
dengan adanya teori lensa manusia khususnya dalam pemahaman hubungan
interpersonal antara dia dengan karyawan - karyawannya .
è 2.O Theory
Sebenarya Stave Jobs merupakan salah
satu pemimpin yang Persuasif Banyak yang menganggap dia sebagai pemimpin yang
gampang berubah pikiran dan beremosi tinggi. Namun pada dasarnya dia sangat
menjauhi gaya kepemimpinan yang berpandangan negatif pada karyawannya atau memarahi karyawannya di depan umum itu
sangat di hindari bagi dia pengembangan kompetensi dan keahlian karyawannya
yang menjadi elemen yang sangat penting dalam pengembangan produk
perusahaannya, maka dari itu pemahaman teori manajemen 2.O ini cukup dipahami
oleh Steave Job sebab baginya motivasi dan kepuasan kerja karyawan itu dapat
tumbuh melalui hilangnya tekanan dan ketakutan yang ada dalam diri karyawan dan
menumbuhkan kepercayaan atas kemampuan yang dimiliki karyawan. Sehingga
karyawan pun akan melakukan yang terbaik pula bagi perusahaan.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking